EFEKTIFITAS TEH KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA)

Main Article Content

Pancawati Ariami IGAN Danuyanti B Ryan Anggreni

Abstract

Latar Belakang: Pengobatan Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) selain dengan Vankomisin yang relatif mahal dan menimbulkan efek samping, dapat digunakan obat alternatif misalnya kulit buah manggis yang mengandung senyawa xanthone yang memilki aktivitas antimikroba. Kulit buah manggis banyak beredar di masyarakat dalam bentuk teh, jus maupun ekstrak.

Tujuan Penelitian: mengetahui efektifitas teh kulit buah manggis sebagai antimikroba terhadap bakteri MRSA.

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimental dengan metode difusi (sumuran) dan analisa data secara deskriptif. Konsentrasi teh kulit buah manggis yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0.5%, 1%, 2%, 4%, and 8%  dengan 5 kali replikasi. Bakteri MRSA yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolat klinis pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.

Hasil Penelitian: tidak terbentuk zona hambat pada media MHA setelah penambahan teh kulit buah manggis konsentrasi 0.5%, 1%, 2%, 4%, and 8%  yang menunjukkan bahwa teh kulit buah manggis tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri MRSA.

Kesimpulan:  teh kulit buah manggis tidak efektif sebagai antimikroba terhadap bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ariami, P., Danuyanti, I., & Anggreni, B. (2014). EFEKTIFITAS TEH KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA). Jurnal Teknologi Laboratorium, 3(1), 1-6. Retrieved from https://teknolabjournal.com/index.php/Jtl/article/view/49
Section
Bacteriology

References

1. Ruyanti, Mirsa. 2011. Uji Antimikroba Ekstrak Kulit Buah Jeruk Purut (Citrus hystix D.C) terhadap Pertumbuhan Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Jurnal penelitian. Universitas Brawijaya. Malang
2. Sheen, B. 2010. Diseases and Disorders: MRSA. USA. Lucent Books. Chap 1.
3. Nida, T. K., Roekistiningsih, Subandi, 2010. Uji ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai antimikroba terhadap pertumbuhan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) kode isolat m2036t secara in vitro. Malang: jurnal FK Universitas Brawijaya
4. Takhta K., Winarsih S., Widodo A., M. 2013. Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Katuk (Sauropus androgynus) Sebagai Antibakteri Terhadap Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara in vitro. Malang: FK Universitas Brawijaya
5. Beladona, V., S., Winarsih, Setyohadi R. 2009. Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Sebagai Antimikroba Salmonella Typhi Secara In Vitro. Malang: FK Universitas Brawijaya
6. Sylvia. A. R. Suharti, Subandi. 2012. Uji Antibakteri dan Daya Inhibisi Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Aktivitas Xantin Oksidase yang Diisolasi dari Air Susu Sapi Segar. Malang: Universitas Negari Malang
7. Muslichah S., Anggraini D., Waluyo J., 2013. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH MANGGIS ( Garcinia mangostana L.) terhadap Streptococcus mutans. Jember: Fakultas Farmasi Universitas Jember
8. Praptiwi, Poeloengan, M. 2010. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Gardnia mangostana Linn). Artikel. Pusat penelitian botani-LIPI : Cibinong
9. Pebriyanthi, N. E. 2010. EKSTRAKSI XANTHONE DARI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN APLIKASINYA DALAM BENTUK SIRUP. Bogor: Institut Pertanian Bogor