Pengaruh Penambahan Bakteri Probiotik yang Dipacu dengan Prebiotik Ubi Jalar Terhadap Penurunan Jumlah Bakteri Shigella dysenteriae Secara In Vitro

Main Article Content

Safitri Nur Rahmi Fx Saptono Putro Suyana Suyana

Abstract

Bakteri probiotik adalah mikroba yang bersifat menguntungkan dari golongan Bakteri Asam Laktat (BAL). Antara bakteri yang menguntungkan dan patogen akan  terjadi kompetisi. Pertumbuhan Bakteri Asam Laktat (BAL) di usus manusia dapat distimulasi dengan cara memberikan substrat- substrat yang dapat dicerna oleh bakteri tersebut sehingga populasinya meningkat dan melawan bakteri patogen. Substrat- substrat yang dapat digunakan oleh BAL untuk menstimulasi pertumbuhannya dikenal dengan nama prebiotik.

 

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai dosis bakteri probiotik Lactobacillus casei terhadap jumlah penurunan bakteri Shigella dysenteriae.

 

Desain penelitian ini adalah Post Test with Control. Dalam desain penelitian ini terdapat kontrol dan kelompok eksperimen. Penghitungan jumlah Bakteri Shigella dysenteriae dengan menggunakan selektif media Mac Conkey Agar. Data didapatkan dari jumlah bakteri Shigella dysenteriae setelah penambahan probiotik Lactobacillus casei. Pengolahan data menggunakan software pengolah data. Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan taraf signifikan 5%.

 

Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan rerata jumlah penurunan bakteri Shigella dysenteriae pada media Mac Conkey Agar adalah 48.14 x 105 CFU/ml, 45.76 x 105 CFU/ml, 42.10 x 105 CFU/ml, 35.90 x 105 CFU/ml, 32.76 x 105 CFU/ml. Hasil uji Anova One Way diperoleh nilai signifikansi 0.000 (<0.05).

 

Ada pengaruh bermakna penambahan berbagai dosis bakteri probiotik Lactobacillus casei terhadap penurunan jumlah bakteri Shigella dysenteriae

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rahmi, S., Putro, F., & Suyana, S. (2014). Pengaruh Penambahan Bakteri Probiotik yang Dipacu dengan Prebiotik Ubi Jalar Terhadap Penurunan Jumlah Bakteri Shigella dysenteriae Secara In Vitro. Jurnal Teknologi Laboratorium, 3(1), 13-17. Retrieved from https://teknolabjournal.com/index.php/Jtl/article/view/58
Section
Bacteriology

References

1. Zulkifli, A. Arsunan, A. Dahlan, L. 2012. Faktor Risiko Diare Shigellosis pada Anak Balita. Makassar: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. ISSN 1907- 7505
2. Stephanandra, S. 2011. Isolat Bakteri Shigella dan Leukosit dari Anak-Anak Penderita Diare di Puskesmas Sindang Barang. Skripsi. Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Diunduh pada November 2013 dari repository.ipb.ac.id
3. Nocianitri K.A, Permana M, Sujaya I. N. 2011. Skrining Lactobacillus spp Untuk Pengembangan Probiotik Berbasiskan Susu Kedelai. The Excellence Research Universitas Udayana. Diunduh pada November 2013 dari lppm.unud.ac.id
4. Soeharsono. 2010. Probiotik. Bandung: Widya Padjadjaran
5. Agitya, D. A. 2013. Pengaruh Penambahan Berbagai Konsentrasi Tepung Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) terhadap Jumlah Bakteri Probiotik Lactobacillus casei Secara In Vitro. Karya Tulis Ilmiah. Tidak dipublikasikan
6. Rukmana, R.1994. Ubi Jalar : Budi Daya dan Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius
7. Rini, Dwiari Sri. 2008. Pengujian Potensi Prebiotik Ubi Garut dan Ubi Jalar Serta Hasil Olahannya (Cookies dan Sweet Potato Flakes). Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Di unduh pada November 2013 dari repository.ipb.ac.id