Gambaran Kadar Glukosa Darah Metode GOD-PAP (Glucose Oxsidase – Peroxidase Aminoantypirin) Sampel Serum dan Plasma EDTA (Ethylen Diamin Terta Acetat)

Main Article Content

Subiyono Subiyono M Atik Martsiningsih Denni Gabrela

Abstract

Pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu menegakkan diagnose suatu penyakit dan memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat. Pemeriksaan kadar glukosa darah dapat membantu perubahan pola dan gaya hidup sehat, untuk menghindari makanan yang mengandung glukosa tinggi berisiko meningkatkan kadar glukosa darah. Pemeriksaan kadar glukosa biasanya menggunakan sampel serum dan sampel plasma. mengetahui hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dan gambaran perbedaan hasil kadar glukosa darah metode GOD-PAP dari sampel serum dan plasma EDTA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dalam bentuk table untuk mengetahui selisih rata-rata kadar glukosa darah sampel serum dan plasma EDTA dan grafik untuk mengetahui yang lebih tinggi. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dengan sampel serum rata – rata 103,7 mg/dl, sedangkan pemeriksaan kadar glukosa darah dengan sampel plasma rata –rata 101,3 mg/dl. Berdasarkan analisa uji deskriptif dinyatakan ada perbedaan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah antara sampel serum dan plasma EDTA. Ada perbedaan hasil pemriksaan kadar glukosa darah metode GOD-PAP dengan menggunakan sampel serum dan plasma EDTA.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Subiyono, S., Martsiningsih, M., & Gabrela, D. (2016). Gambaran Kadar Glukosa Darah Metode GOD-PAP (Glucose Oxsidase – Peroxidase Aminoantypirin) Sampel Serum dan Plasma EDTA (Ethylen Diamin Terta Acetat). Jurnal Teknologi Laboratorium, 5(1), 45 - 48. Retrieved from https://teknolabjournal.com/index.php/Jtl/article/view/77
Section
Clinical Chemistry

References

[1]. Joyce L K. (2006). Buku Saku Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik dengan implikasi keperawatan . Jakarta : EGC
[2]. Marks, D.B. (2006). Biokimia Kedokteran Dasar. ( terjemahan ). Jakarta: EGC.
[3]. Sacher, Ronald A., Richard A and Mcpherson. 2006. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium, edisi 11. Jakarta: EGC
[4]. Gandasoebrata. (2007). Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat
[5]. Depkes RI. (2004). Pedoman Praktek Laboratorium Yang Besar (Good Laboratory Practice). Cetakan 3. Jakarta : Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departeman Kesehatan RI.
[6]. Sugiyono. (2007). Statistika Penelitian. Ed. 2. Bandung: Alfa beta.