Gambaran Sedimen Urine Pada Masyarakat Yang Mengkonsumsi Air Pegunungan Di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari

Main Article Content

Ruth Mongan Supiati Supiati Susi Mangiri

Abstract

Air yang bersih dan sehat merupakan kualifikasi yang sangat diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Air harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia. Air pegunungan yang dikonsumsi masyarakat Kelurahan Sodoha Kota Kendari, pada umumnya memiliki kualitas yang baik, tetapi dapat berubah kualitasnya karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sedimen urin pada masyarakat yang mengkonsumsi air pegunungan di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.
Jenis penelitian adalah deskriptif, dengan menentukan prosentase sedimen urin masyarakat yang mengkonsumsi air pegunungan melalui pemeriksaan laboratorium. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 Kepala Keluarga yang tinggal di Kelurahan Sodohoa Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari, dengan teknik pengambilan simple random sampling (sampel acak secara sederhana). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan prosentase sedimen urin abnormal, yaitu leuokosit dan eritrosit 6,7 %, epitel 23,3 %, silinder, kalsium oksalat, asam urat, dan bakteri masing-masing 3, 3 %. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan adanya sedimen organik yang meliputi, leukosit, eritrosit, silinder, epitel dan bakteri pada masyarakat yang mengkonsumsi air pegunungan Kelurahan Sodohoa Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Mongan, R., Supiati, S., & Mangiri, S. (2017). Gambaran Sedimen Urine Pada Masyarakat Yang Mengkonsumsi Air Pegunungan Di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Jurnal Teknologi Laboratorium, 6(1), 18 - 24. https://doi.org/https://doi.org/10.29238/teknolabjournal.v6i1.88
Section
Clinical Chemistry

References

[1] U. Suriawiria, Mikrobiologi Air dan Dasar-dasar Pengolahan Buangan Secara Biologis. Bandung: Penerbit Alumni, 2008.
[2] P. M. K. N. 492/menkes/PER/IV/2010 tentang P. kualitas air Minum, “No Title.”
[3] K. . Buckle, E. R.A, Fleet, and W. M, Ilmu Pangan. Jakarta: UI Press, 2009.
[4] C. Sutrisno and Totok, Teknologi Penyediaan Air Bersih. 2004.
[5] Sandra, Shristyana, and L. Sulistyorini, Hubungan Pengetahuan dan Kebiasaan Konsumen air minum isi ulang dengan penyakit diare. Surabaya: Artikel Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Airlangga, 2007.
[6] K. Theo, Pengawasan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Banyumas Terhadap Kualitas air minum Isi Ulang (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Jendral Sudirman, 2013.
[7] R. Siener, A. Jahnen, and A. Hesse, “Influence of a Mineral Water Rich in Calcium, Magnesium and Bicarbonater on urine Compostion and The Risk of calcium Oxalate crystallization,” Eur K.Clin.Nutr, vol. 58, pp. 270–276, 2004.
[8] H. Effendi, Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius, 2010.
[9] Y. Warman, “Pengawasan Kualitas Air minum Isi Ulang oleh Dinkes Kota Pekanbaru Tahun 2008,” www.wordpress.com, 2008.
[10] R. Yunus and T. Yuniarti, “Gambaran Hasil Pemeriksaan Kristal Urin Orang Yang meminum Air Minum Kemasan isi Ulang (air Galon) dan orang meminum air minum dari sumur gali,” Meditoty J., vol. 4, no. 1, pp. 1–6, 2016.
[11] S. Arikunto, Metode Penelitian: Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
[12] H. Hardjooeno and Fitriani, Substansi dan Cairan Tubuh. Makassar: Lembaga Penerbit Unhas, 2007.
[13] R. Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat, 2006.
[14] E. . Kosasih, Tafsiran Hasil Pemeriksaan Laboratorium Klinik Edisi Kedua. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2008.
[15] R. Gandasoebrata, Kalsium dalam Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat, 2004.
[16] A. . Sutedjo, Buku Saku Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Yogyakarta: Amara Books, 2007.
[17] A. Ahmadi, “Gambaran sedimen urin pada masyarakat yang minum dari air sumur setempat di desa Jetis RT 02/III Blora,” Universitas Muhammadiah Semarang, 2010.
[18] Obiet, “Perbedaan sedimen urine pada masyarakat yang mengkonsumsi air pegunangan RRI lama dan Jalan Lasolo, Kota Kendari,” Bina Husada, 2014.